معهد علي منبع المعارف

Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif

Login Register

PROFIL MA’HAD ALY MAMBA’UL MA’ARIF

A. IDENTITAS LEMBAGA

1Nama Satuan Pendidikan: Mamba’ul Ma’arif
2Jenis Lembaga: Ma’had Aly
3Jenjang Lembaga: Marhalah I
4No. Statistik: 241235170019
5Nomor SK: Nomor 333 Tahun 2020
6Tanggal SK: 17 Januari 2020
7Instansi Penerbit SK: Direktor Jendral PENDIS KEMENAG RI
8Alamat Pesantren: Jl. KH Bisri Syansuri 77 Denanyar Jombang
9No. Telepon Lembaga: (0321) 861696
10Website:https://denanyar.ac.id/
11Email: denanyarmahadaly@gmail.com
12Nama Kepala: Yusuf Suharto
13No. Hand Phone: 081515833899
14Maps: https://maps.app.goo.gl/kpKXqhUUPGuoM4gv7
15Waktu Belajar: Kombinasi (Pagi & Siang)
16Jumlah Guru/Dosen: Laki-laki 20 Org, Perempuan 1 Org
17Jumlah Mahasantri: Laki-laki 39 Org, Perempuan 20 Org
18Jumlah Rombongan Belajar: 4

B. PESANTREN PENYELENGGARA

1Nama Pesantren: Mamba’ul Ma’arif
2Nama Pimpinan/Kyai: KH. Abdussalam Shohib
3Nama Badan Hukum: Yayasan Mamba’ul Maarif
4No. Statistik Pesantren: 510035170175
5Alamat Pesantren: Jl. KH Bisri Syansuri 77 Denanyar Jombang
6Website: https://denanyar.ac.id/
7Email: ppmambaulmaarif@gmail.com
8No. Telepon Lembaga: 0815-5440-0434
9Tahun Berdiri: 2020
10Afiliasi Ormas: Nahdlatul Ulama

C. SEJARAH

Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif merupakan Pondok Pesantren di Jombang yang didirikan oleh Almaghfurlah KH. M. Bisri Syansuri pada tahun 1337 H/1917 M. Kemudian pada tahun 1339 H/1919 M, beliau mendirikan pesantren khusus putri. Seiring berkembangnya zaman, maka pada tahun 1343 H/1923 M, beliau menggunakan pendidikan pesantren melalui sistem madrasah dengan nama Mabadi’ul Huda kemudian berganti menjadi Mamba’ul Ma’arif. Pada tahun 1956 didirikanlah Madrasah Tsanawiyah Putra, yang kemudian disusul Madrasah Tsanawiyah Putri pada tahun 1958.

Pada tahun 1962 beliau mendirikan Madrasah Aliyah Putra-Putri, dan kemudian disusul Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Ma’arif pada tahun 1993 dan Madrasah Aliyah Mamba’ul Ma’arif pada tahun 2000.

Kemudian pada tahun 1999 didirikanlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bisri Syansuri yang dilanjutkan dengan didirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an, Madrasah Diniyah serta Lembaga Bahasa Arab dan Inggris (LBAI).

Semenjak Pondok Pesantren MAMBA’UL MA’ARIF DENANYAR didirikan pada tahun 1917 M. oleh KH. Bisri Syansuri, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan metode pendidikan klasik dengan beberapa sistem pengajian. Antara lain, sorogan, di mana santri membaca kitab pelajaran di hadapan kiai untuk dikoreksi benar-salahnya, dan bandongan, yakni ketika santri menyimak sembari memaknai kitab yang dibacakan oleh sang kiai.

Pada perkembangan zaman, pondok denanyar telah mengalami pergeseran dan perubahan pada beberapa aspek pengetahuan dan teknologi. Keinginan masyarakat untuk mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama semakin menurun. Di satu sisi pendidikan formal dalam pesantren semakin menonjol yang membuat pesantren mulai kehilangan ciri khasnya, yaitu sistem pendidikan salaf yang berfokus pada kontekstualisasi kitab-kitab klasik. Di sisi lain, para Ulama yang memiliki keahlian dalam memahami fikih dan metodologi pengambilan hukum (usul fikih) semakin banyak yang wafat. Mereka belum sempat mengalirkan seluruh keilmuwan dan kesalihan yang mereka miliki kepada generasi-generasi penerus. Hal ini mengakibatkan kekuatiran akan punahnya khazanah ilmu-ilmu keislaman khususnya ushul fikih, fikih dan hadis.

Kekuatiran akan punahnya khazanah keilmuan islam mendorong pengasuh dan alumni pondok denanyar untuk mengembangkan sebuah ide pendirian Ma’had Aly. Program yang merupakan jenjang pendidikan lanjutan bagi santri setelah menyelesaikan pendidikannya di tingkat Aliyah di pesantren. Tujuan dibentuknya Ma’had Aly untuk mencetak kader-kader ulama yang memiliki kedalaman keilmuan keislaman yang berkualitas serta mengejewantahkan ajaran itu sesuai dengan tuntutan zaman. Tujuan ini sesuai dengan definisi Ma’had Aly menurut Direktorat Jendral Pendidikan islam adalah menyelenggarakan pendidikan akademik dalam penguasaan ilmu agama (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren yang bertujuan untuk menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang agama islam (mutafaqqih fiddin) dan pengembangan ilmu agama islam berbasis kitab kuning.

D. VISI MISI

1. Visi

Sebagai pusat pengkaderan fikih, yang mampu melahirkan generasi-generasi yang berkompeten untuk menjawab tuntutan zaman.

2. Misi

E. KEGIATAN / PROGRAM UNGGULAN

  1. Bahtsul Masail
  2. Musyawarah